Sekretariat : 081316004549

Rosidi Sesalkan Video Viral Anies Dicegat Ke Podium
Rosidi Sesalkan Video Viral Anies Dicegat Ke Podium

Rosidi Sesalkan Video Viral Anies Dicegat Ke Podium

Video dicegatnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk turut turun ke podium di Stadiun Gelora Bung Karno mendampingi Jokowi menyerahkan Piala Presiden menjadi viral. Sejumlah kalangan masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut pun menyesalkan perlakuan tersebut yang dilakukan oleh seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

Saat dikonfirmasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menolak mengomentari penolakan Paspampres saat dirinya hendak menghampiri pemain Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2).

Terkait pencegahan itu, Anies menolak menjawab. Dia bahkan bertanya balik kepada kerumunan awak media massa. “Kelihatannya bagaimana? Pokoknya yang penting Persija menang,” ujarnya ketika ditemui di Balai Kota Jakarta saat menjamu Persija Jakarta, Minggu (18/2).

Ia menekankan, tak penting ia berada di mana seusai Persija menjadi kampiun Piala Presiden 2018 semalam. Yang lebih penting, ucapnya, Persija Jakarta menang dan membawa kebahagiaan bagi warga Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu lalu mengalihkan pembahasan ke interaksinya bersama Presiden Joko Widodo di Tribun VVIP GBK semalam.

“Pak Presiden ucapkan selamat setiap gol. Dari awal saya sudah bilang, ‘Pokoknya Persija menang ya Pak’,” tutur Anies.

Pendapat Masyarakat
“Saya bener-bener sedih, kok Pak Anies sebagai Gubernur Jakarta tak diberi kesempatan untuk ikut dalam pemberian hadiah. Yang menang kan Persija, tim sepak bola kebanggaan orang Jakarta. Kita pun di sini statusnya tuan rumah,” kata Dhani Fidaus Tim Jakmania.

Menurut Dhani, dirinya dan pendukung Persija lainnya, tak bisa menahan tangis bahagia ketika melihat Persija berhasil menundukan Bali United dengan skor 3-0 di Piala Presiden.

Karena dia sendiri sudah hampir lupa, kapan terakhir kali klub favoritnya itu, Macan Kemayoran memenangkan kompetisi.

“Tapi saya lebih sedih dan menangis untuk kedua kalinya Mas Anies tidak disebut namanya oleh Maruarar Sirait dalam sambutannya, juga tidak diminta turun saat pemberian hadiah,” ujar Dhani.

Padahal sebagai pengarah acara seharusnya Maruarar memberi kesempatan kepada Anies sebagai Gubernur Jakarta untuk ikut serta dalam pembagian hadiah. Apalagi berlangsungnya final Piala Presiden digelar di Jakarta.

“Di tengah kesedihan itu, saya memahami, mungkin panitia ketakutan jika menyebut nama Anies Baswedan. Takut karena, survei politik Kamis lalu menyebut bahwa Anies adalah penantang terkuat Jokowi, bahkan jika head to head, elektabilitas Jokowi hanya 49 persen,” ucap Dhani seperti dilansir dari moeslimchoice.com.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Pakar hukum Mahfud MD, menyesalkan kejadian itu.

“Seharusnya tidak boleh pejabat resmi dihalang-halangi begitu,” tutur Mahfud MD di kantor Gubernur DIY, Senin (19/2/2018).

Apalagi, lanjut Mahfud, menurut penjelasan dari istana sebelumnya Presiden bercanda dengan Gubernur Anies bahkan mengucapkan selamat atas kemenangan Persija. Namun saat penyerahan piala, Anies justru dilarang turun. Padahal Anies adalah Gubernur tuan rumah dan sebagai pembina tertinggi Persija.

“Tetapi kenapa dihalangi. Kalau kita sebagai rakyat ya menyesalkan kok itu bisa terjadi,” lanjut Mahfud MD.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut mengatakan urusan tersebut mungkin sepele karena urusan protokoler. Namun demikian Pemerintah harus bisa menjelaskan kepada publik kenapa hal itu bisa terjadi.

“Ini kan urusanya sepele saja, cuma protokoler. Itu kalau (pemahaman) kita. Tetapi kalau bagi Pemerintah tentu harus dijelaskan kepada publik, mengapa itu terjadi,” tegasnya.

Kemarahan juga nampak disiratkan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah. Dia meminta penjelasan terkait kabar Gubernur Jakarta Anies Baswedan tak diundang ke podium juara Piala Presiden untuk Persija.

Berita yang disertai video yang tersebar di media sosial yang menunjukkan Anies seperti ditahan oleh pasukan pengamanan presiden saat hendak ikut rombongan ke podium.

“Adegan ini kalau benar harus dijelaskan kepada publik oleh Kementerian Sekretariat Negara RI. Kenapa Gubernur DKI Anies Baswedan gak boleh ikut sementara pejabat gak jelas pada ikut?” kata Fahri melalui akun Twitter, Minggu (18/2).

Senada dengan kalangan masyarakat yang menyesalkan adanya kejadian penghalangan terhadap Anies, Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan juga sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan Paspampres tersebut.

“Pak Anies itu Gubernur dan mantan Menteri, masa Paspampres tidak kenal beliau,” ungkap Rosidi.

Sekelas Pak Anies, tambah Rosidi, tidak mungkin melakukan hal yang tidak baik sehingga dihalangi untuk mendekat ke presiden. “Rasanya hal ini tidak mungkin terjadi di Indonesia, negara yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya,” tutur Rosidi yang saat ini sedang menempuh pendidikan Magister Hukum di Universitas Bung Karno.

“Meskipun pertandingan tersebut Piala Presiden, tapi penyelenggaraannya digelar di Stadiun Gelora Bung Karno yang notabenenya berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Dan Anies adalah Gubernur DKI Jakarta. Masa iya Anies dihalangi?,” ujar Rosidi yang saat ini juga sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Karno.

Meskipun sejumlah pihak menyesalkan kejadian tersebut, faktanya Anies Baswedan tidak mempermasalahkannya. Jadi, ayolah kita sama-sama legowo…

Facebook