Sekretariat : 081316004549

DPR Dukung KPK, LBH Antara 56 Ingin Koruptor Dibuat Jera
DPR Dukung KPK, LBH Antara 56 Ingin Koruptor Dibuat Jera

DPR Dukung KPK, LBH Antara 56 Ingin Koruptor Dibuat Jera

LBH Anarki Nusantara 56 | Ditegaskan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), lembaga yang dipimpinnya akan terus mendukung penguatan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) agar bisa bekerja secara profesional. Hal ini, kata dia, menyusul banyaknya kepala daerah dan calon kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.

Lebih lanjut Bamsoet menyebutkan, bentuk penguatan DPR terhadap Pimpinan Agus Rahardjo itu baik dari segi legislasi ataupun anggaran. Dia ingin agar KPK semakin kuat dan profesional dalam memberantas korupsi di Indonesia.

“Pekerjaan KPK belum selesai. Apalagi dengan modus korupsi yang lebih canggih serta semakin masif. DPR akan selalu mendukung penguatan KPK, baik dari segi legislasi maupun anggaran,” ujar Bambang Soesatyo saat menghadiri acara ‘KPK Mendengar’, Senin (12/3/18).

Mantan Ketua Komisi III DPR RI itu juga mengingatkan agar KPK memperbaiki sistem, sehingga lebih mengedepankan tindakan pencegahan dibanding penindakan.

Seperti yang ditutrkannya, dengan meningkatkan tindakan pencegahan dan pengawasan, KPK akan semakin dipercaya publik serta dapat meninggalkan legacy yang besar bagi bangsa dan negara.

“KPK harus terus meningkatkan profesionalitas dan transparansi, berdasarkan sistem dan standar yang baku, serta ditopang manajemen dengan kaidah good governance,” terang Politikus Golkar itu.

Senada dengan Bamsoet, Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan mendukung setiap langkah KPK dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia. Ia menilai, langkah KPK dengan melakukan tangkap tangan terhadap pelaku korupsi sudah tepat.

“Indonesia saat ini bukan hanya darurat narkoba tetapi juga darurat korupsi. Korupsi telah merajalela, seolah telah membudaya,” ujar Rosidi.

“KPK saya yakin didukung dengan peralatan canggih sehingga mampu bekerja dengan maksimal secara profesional. Tapi memang para pelaku koruptor ini modusnya semakin canggih sehingga KPK harus lebih canggih dari mereka (koruptor),” tambahnya.

Lebih lanjut Rosidi mengatakan, dirinya mengapresiasi kepada KPK yang telah mendulang banyak keberhasilan mengungkap tindak pidana korupsi. Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Karno ini berharap agar para pelaku korupsi diberikan hukuman maksimal setelah ditangkap KPK guna efek jera.

Karena menurutnya, jika koruptor bisa dibuat jera, mungkin yang lain tak akan ikut korupsi.

Auditor hukum dan legal konsultan ini juga berjanji bahwa lembaga yang dipimpinnya akan terus membantu pemerintah untuk memantau penggunaan dana negara yang digunakan oleh pejabat publik.

“Saya bersama tim di LBH Antara 56 akan terus berupaya semaksimal mungkin mencegah terjadinya korupsi,” tutupnya.

Facebook