Sekretariat : 081316004549

May Day, Rosidi: Semoga Perjuangan Buruh Terwujud
May Day, Rosidi: Semoga Perjuangan Buruh Terwujud

May Day, Rosidi: Semoga Perjuangan Buruh Terwujud

LBH Anarki Nusantara 56 | Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan berharap May Day atau Hari Buruh Internasional yang jatuh tiap tanggal 1 Mei, tidak dilihat oleh pemerintah hanya sekadar seremoni belaka. Namun, ia berharap May Day merupakan momentum refleksi terutama bagi Presiden untuk mengevaluasi sudah sejauh mana kebijakan dan programnya menyejahterakan kehidupan rakyatnya dirasakan dampaknya.

Buruh atau kaum pekerja menjadi patokan tingkat kesejahteraan karena di sebuah negara yang buruhnya sudah sejahtera dapat dipastikan lapisan masyarakat lainnya, apapun profesinya juga sejahtera.

“Itulah kenapa isu peringatan May Day dari tahun ke tahun, bukan hanya soal upah dan sistem ketenagakerjaan saja,” tutur Rosidi, Selasa (1/5/18).

Namun, sambung Rosidi, ada isu-isu lain mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, jaminan sosial, ketimpangan sosial dan ekonomi, penggusuran, pelestarian lingkungan hidup hingga menggugat berbagai kebijakan Pemerintah yang mempersulit kehidupan rakyat.

“Jika setiap May Day, tuntutan buruh semakin kritis dan banyak, hal ini dapat diartikan bahwa kehidupan rakyat makin susah,” ungkapnya.

Rosidi menjelaskan, setiap ada kebijakan negara yang tidak berpihak kepada rakyat misalnya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), kelangkaan BBM subsidi, mengakibatkan harga kebutuhan pokok semakin mahal. Akibatnya banyak usaha yang gulung tikar sehingga daya beli menurun, pasti berdampak langsung dan menyengsarakan buruh.

“Buruh, petani, nelayan, pelaku UMKM, dan kaum pekerja lainnya yang paling merasakan dampaknya jika Pemerintah tidak mampu mengelola ekonomi dengan baik dan benar. Sendi-sendi kehidupan mereka akan mereka terganggu bahkan lumpuh jika pertumbuhan dan pemerataan ekonomi terus stagnan begini,” tukas Rosidi yang juga memegang amanat sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Karno.

Meskipun Rosidi bukan seorang buruh pekerja yang digaji oleh swasta namun dirinya tetap mendukung perjuangan yang dilakukan kaum buruh Indonesia. Dia pun turut mendoakan agar perjuangan buruh bisa berhasil terwujud.

“Selamat hari buruh. Semoga perjuangan buruh untuk kepastian masa depan buruh dan keluarganya terwujud,” ucap Rosidi.

Seperti diketahui, selain menolak Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), May Day kali ini juga menolak buruh kasar TKA, menolak upah murah dan mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. May Day tahun ini juga menyoroti kanaikan harga-harga kebutuhan pokok (beras), TDL, BBM, dan menuntut pemerintah serius membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Facebook