Sekretariat : 081316004549

LBH Antara 56 Minta Polisi Usut Kasus ‘Sembako Maut’ di Monas
LBH Antara 56 Minta Polisi Usut Kasus ‘Sembako Maut’ di Monas

LBH Antara 56 Minta Polisi Usut Kasus ‘Sembako Maut’ di Monas

LBH Anarki Nusantara 56 | Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) merasa miris dan sedih dengan kejadian pembagian sembako di Monas yang diduga sebabkan dua nyawa bocah melayang sia-sia. Disampaikan Ketua Dewan Pembina LBH Antara 56 Rosidi Roslan, hilangnya nyawa dua orang anak yang diduga terjadi saat acara pembagian sembako ini tidak bisa dianggap peristiwa atau kecelakaan biasa saja.

Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta menjadikan kasus tewasnya dua anak ini sebagai prioritas untuk segera diusut.

“Yang hilang itu nyawa, bukan barang atau kendaraan, jadi tidak boleh dianggap peristiwa biasa. Saya minta polisi jangan terlalu mudah menyimpulkan sebab meninggalnya dua anak ini sebelum melakukan pengusutan yang mendalam. Kasus ini harus diprioritaskan karena korbannya anak-anak yang diberi perlindungan khusus oleh undang-undang. Kami akan terus pantau perkembangan kasus ini sampai keluarga korban mendapat keadilan,” ungkap Rosidi ditemui di sela-sela kesibukannya, Rabu (2/5/18).

Menurut Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Karno ini, berbagai dugaan pelanggaran banyak dilakukan pihak panitia. Mulai dari mencatut nama Pemprov DKI Jakarta untuk menarik massa, pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan kesepakatan awal yaitu tidak ada pembagian sembako, terjadi penumpukan pengunjung yang tidak diantisipasi dengan baik sehingga ketertiban dan kenyamanan pengunjung terabaikan, hingga meninggalkan sampah di sepanjang kawasan Monas.

Pelanggaran demi pelanggaran itu, sambung Rosidi, bisa menjadi pintu masuk polisi untuk mengusut meninggal dua anak warga Pademangan Barat, Jakarta Utara ini.

“Dugaan pelanggaran dan kelalaian ini kan harusnya bisa menjadi pintu masuk untuk mengusut meninggalnya dua anak ini. Jangan langsung menyimpulkan meninggalnya dua anak ini tidak ada hubungannya dengan pembagian sembako. Jika nanti dalam pengusutan ditemukan ada unsur kesalahannya atau kelalaian yang mengakibatkan dua anak ini meninggal, harus ada yang bertanggung jawab di mata hukum. Kasus ini sudah jadi perhatian publik, jadi mohon diusut dengan proporsional,” jelas Rosidi yang juga auditor hukum dan legal konsultan.

Diberitakan sebelumnya di berbagai media, pembagian sembako di Monas yang dilakukan Forum Untukmu Indonesia (FUI) memakan korban. Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengatakan ada dua korban jiwa yang berusia dibawah 12 tahun karena berdesak-desakan.

Mereka adalah Mahesa Junaedi dan Adinda Rizki. Keduanya merupakan warga Pademangan, Jakarta Utara.

Facebook