Sekretariat : 081316004549

LBH Antara 56: Kecelakaan KM Sinar Bangun Duka Mendalam Bangsa Ini
LBH Antara 56: Kecelakaan KM Sinar Bangun Duka Mendalam Bangsa Ini

LBH Antara 56: Kecelakaan KM Sinar Bangun Duka Mendalam Bangsa Ini

LBH Anarki Nusantara 56 | Tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara (18/6) meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bangsa ini. Kecelakaan ini menyiratkan keselamatan transportasi terutama air masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk segera dibenahi oleh Pemerintah Pusat dan daerah di seluruh Indonesia.

“Ini sebuah tragedi yang tidak boleh lagi terjadi di masa mendatang. Kami sampaikan duka mendalam terutama kepada keluarga korban. Ini duka kita bersama. Semoga korban yang masih hilang bisa segera ditemukan dan siapapun yang bertanggung jawab atas tragedi ini harus diusut serta dihadapkan di depan hukum,” ujar Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan di Jakarta, Selasa (26/6).

Lebih lanjut Rosidi mengungkapkan, sebagai salah satu kawasan yang digadang-gadang sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata baru atau “Bali Baru” di Indonesia, kecelakaan ini seharusnya tidak boleh terjadi di kawasan Danau Toba. Karena sebagus apapun infrastruktur yang dibangun sebagai pendukung kemajuan wisata di sebuah daerah, tidak akan bermakna jika tidak didukung oleh manajemen keselamatan transportasi yang mantap.

Transportasi, tambah Rosidi, apapun modanya, yang aman, nyaman, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik nasional maupun internasional, menjadi prasyarat utama yang wajib diterapkan terlebih di daerah-daerah wisata. Selain itu, pengawasannya harus lebih melekat dan intensif terutama di musim-musim liburan di mana wisatawan lebih ramai berkunjung.

“Ratusan yang masih hilang ini bukan statistik, tetapi nyawa. Ini harus jadi evaluasi bagi semua pihak. Siapapun yang terlibat harus diseret ke meja hijau untuk bertanggung jawab secara hukum, tidak cukup hanya dipecat saja. Ini kelalaian yang tidak bisa ditolerir. Diduga kuat pelanggaran aturan atas kecelakaan ini,” tegas Rosidi.

Sebagai informasi, sekitar jam 17.30 pada hari Senin, 18 Juni 2018 lalu, musibah kecelakaan pelayaran kapal terjadi di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Salah satu kapal yang melayani pelayaran di Danau Toba, kapal KM Sinar Bangun yang berlayar dari Simanindo Samosir menuju Tigaras Parapat terbalik di perairan Danau Toba dan mengakibatkan ratusan jiwa masih belum ditemukan.

Facebook