Sekretariat : 081316004549

LBH Antara 56 Apresiasi BNN Tangkap Anggota DPRD Bandar Narkoba
LBH Antara 56 Apresiasi BNN Tangkap Anggota DPRD Bandar Narkoba

LBH Antara 56 Apresiasi BNN Tangkap Anggota DPRD Bandar Narkoba

LBH Anarki Nusantara 56 | Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan mengapresiasi prestasi Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil membongkar penyelundupan narkoba jaringan internasional dengan menangkap anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara, Ibrahim Hasan yang diduga kuat sebagai bandar atau gembong besar sekaligus pemilik sabu seberat 105 kg dan pil ekstasi 30 ribu butir.

“Saya salut dan memberikan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada BNN atas prestasi ini. Penangkapan ini semakin membuktikan bahwa jihad kita melawan dan memberantas narkoba semakin berat. Seorang Anggota Dewan yang seharusnya menjadi yang terdepan melawan narkoba malah menjadi gembong besar narkoba. Pelaku layak dituntut dan dijatuhi hukuman mati guna memberi efek jera,” tutur Rosidi yang kini juga sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Karno dihubungi melalui telepon saat sedang tugas di Malaysia (25/8/18).

Ditegaskan Rosidi, hukuman mati layak dijatuhkan kepada pelaku, karena selain banyaknya narkoba yang dimilikinya dan diduga kuat merupakan sindikat peredaran narkoba jaringan internasional Malaysia-Indonesia yang mengendalikan barang untuk beberapa wilayah seperti, Aceh, Kepulauan Riau dan Sumut, status pelaku adalah seorang Anggota DPRD. Anggota DPRD yang seharusnya menjadi teladan malah menjadi biang kerusakan masyarakat dan bangsa.

Lebih lanjut Rosidi menjelaskan, hukuman mati bagi pelaku yang juga anggota dewan ini, akan jadi peringatan bagi siapa saja gembong narkoba atau siapa saja yang masih terlibat bisnis narkoba, terlebih mereka yang menggunakan status atau jabatannya untuk menjalankan bisnis haram ini, bahwa negara ini serius melakukan jihad melawan narkoba.

“Atas nama hukum, pelaku pantas dihukum mati. Jangan sampai level kedaruratan narkoba kita seperti Filipina. Siapapun yang terlibat apalagi menjadi bandar dan pengedar tidak ada ampun karena hukuman berat hingga mati menanti. Kita harus tegaskan pesan ini kepada mereka yang masih menganggap Indonesia surga narkoba,” terang mahasiswa pascasarjana fakultas hukum Universitas Bung Karno ini.

Jadi, berani jadi gembong narkoba di Indonesia ya harus siap dihukum mati!

Facebook