Sekretariat : 081316004549

LBH Antara 56: Mahasiswa Penentu Masa Depan Bangsa
LBH Antara 56: Mahasiswa Penentu Masa Depan Bangsa

LBH Antara 56: Mahasiswa Penentu Masa Depan Bangsa

LBH Anarki Nusantara 56 | Peran mahasiswa pada saat sekarang ini dinilai sangat strategis dan menentukan bagi perjalanan dan masa depan sebuah bangsa. Hal ini dikatakan Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan disela kesibukannya di kawasan Tebet, Jakarta (28/8/18).

Untuk itu, Rosidi, yang masih tercatat sebagai mahasiswa aktif pascasarjana fakultas hukum Universitas Bung Karno mengajak para mahasiswa dimana pun berada untuk selalu menjaga keutuhan negara karena pemerintah memiliki perhatian yang serius akan hal itu.

Sebagai generasi muda penerus bangsa, Rosidi juga menilai mahasiswa masih rentan disusupi nilai-nilai negatif yang berakibat pada perpecahan. Solusinya, Rosidi yang juga Wakil Ikatan Ketua Alumni Universitas Bung Karno ini mengingatkan agar mahasiswa menjaga keseimbangan antara logika iman dan logika akal.

“Pemerintah dan ulama selalu mengajak untuk tidak selalu menggunakan logika akal tapi juga diimbangi logika iman. Jadi dalam berbangsa, logika akal dan iman harus kita gunakan secara bersama-sama,” jelas Rosidi.

Peran logika iman, tambahnya, melampaui logika akal. Bahkan menurut Rosidi, logika imanlah yang berperan penting menyatukan berbagai keragaman di Indonesia.

“Siapa yang bisa menjamin negeri kita, dengan 17 ribu pulau ini, akan tetap utuh kecuali dengan logika iman?,” tanya pria lulusan Southern Cross University (SCU) Master of Public Health Leadership, Australia ini.

Selain itu, agar Indonesia tetap satu padu, ia menyadarkan kepada mahasiswa terkait bagaimana proyek agitasi lewat infiltrasi asing di era globalisasi yang masif saat ini.

Menurutnya, proyek tersebut akan sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa bila tidak disikapi dengan bijak.

“Kita harus perhatian dengan kondisi geopolitik, dan geostrategis global yang mengenai Indonesia. Kalau tidak dijaga, mahasiswa akan dijadikan agen melalui infiltrasi asing melalui hoax. Hati-hati, kita mencermati bagaimana kita mudah dipecah-belah oleh media sosial,” tegasnya.

Agar bangsa ini tidak mudah terpecah-belah oleh hoax, Rosidi membeberkan tiga langkah strategis dalam mengantisipasi permasalahan tersebut.

“Pertama, apakah yang diberitakan di Medsos itu benar? Harus cek. Kedua, apabila benar, apakah itu baik bila di-share? Ketiga, apakah bermanfaat?,” terangnya.

Terakhir, Rosidi mengajak seluruh komponen masyarakat untuk selalu bersatu tanpa terpecah belah walaupun berbeda pilihan.

Facebook